Monday, October 28, 2013

Belajar Tauhid 1

Sebelumnya saya ingin mohon maaf apabila nanti selanj
utnya cerita ini akan terkesan riya, pamer atau sombong namun harapannya justru mudah mudahan bisa dijadikan motivasi, inspirasi atau bahkan sarana pengingkatan ibadah kita kepada Allah.

Di buku "Kuliah Tauhid" tulisan Ustad Yusuf Mansur, disana dia nantangin kita untuk coba mempelajari tauhid dan coba mempraktekkannya misalnya karena kita ingin ikan kita harus ikhtiar ke pasar padahal kita tidak punya uang, atau karena uangnya tadi "dibelanjakan" dijalan selama perjalanan ke pasar, tp bisa tetep pulang bawa ikan. Masuk akal? heu..

Atau pergi aja ke Hyperm*rt, ambil belanjaan yg kita butuhkan padahal kita uangnya gak punya, atau bisa jadi kurang.., tp bisa ttp pulang dengan membawa belanjaan yang kita butuhkan. Masuk akal?? Berani coba??

Percobaan ke warung dulu aja kali ya.. biar kalo gagal kan paling gak masih bisa ngutang tuh yak..? tp apa iya Allah segitunya? wong kita sudah tauhid kok kepadanya?

Akhirnya kejadian juga, minggu sore seperti biasa Air Isi Ulang & Listrik Prabayar habis berbarengan. Harus dibeli kan? Soalnya gak mungkin tanpa keduanya..

Uang..? ada sih di ATM tp untuk kebutuhan yang lain. Lagian jauh.. musti ke luar kompleks.
Alih-alih ingin punya uang tambahan, eh malah uangnya selalu terpakai.

Akhirnya karena masih punya wudhu sisa Sholat Ashar & barusan juga habis ngaji bareng dengan bundanya yang sementara tidak bisa ngaji dulu karena kepalanya sakit, lalu sholat sunnat 2 rokaat, dinamakan kebetulan sore itu adalah sholat hajat, dimana doanya yaitu bahwa Allah sebagai pemilik semua kerajaaan, si empunya air dan listrik, kita minta sedikit saja untuk anak & keluarga kami.

Ikhtiar langit sudah, ihktiar bumi belum. Karena Tukang Air isi ulang adalah sama dengan Token listrik, tp karena uangnya tidak cukup untuk beli token, terpaksa hanya sms untuk pesan air isi ulang saja. Dengan harapan kisahnya nanti akan mirip seperti yang dikisahkan Ust Yusuf Mansur yang kira-kira "Bapak gak usah bayar token, tadi token bapak sudah ada yg bayari" itu harapannya.

Akhirnya selangwaktu 15menit datang juga air isi ulangnya, tp tumben orangnya kok gak kunjung pulang padahal pasti dia banyak yang masih perlu diantar air isi ulangnya, eh malah ngobrol tentang tanaman cabe yang ada di depan rumah yang tumbuh dengan lebatnya, alhamdulillah.

Sambil sengaja diperdengarkan tuh bunyi alarm meteran pertanda listrik habis, tp kok orangnya senyum-senyum saja, padahal harapannya " oh pulsa listriknya juga habis y pak? nanti saya smskan saja nomor tokennya y pak." tp blm ada juga tanda-tanda itu..

Akhirnya dia pamit pulang, namun sesaat itu berpapasan pula dengan tetangganya si tukang sayur yang ternyata sengaja ke rumah untuk melihat2 baju anak yang barangkali cocok dikenakan putrinya yang masih 2tahun.

Dan tebak apa? Allah penuhi janjinya, ibu tukang sayur td tidak hanya beli 1 baju anak, melainkan 4, alhasil saat itu juga kami sudah mengantongi uang tambahan dan tentu saja bisa digunakan beli token listrik di penjual air isi ulang tadi.. Alhamdulillah.. dan masih lebih sehingga anggap saja itu modal baju tadi.. Subhanallah..

Allah berkerja sangat cepat, diluar dugaan kita, rezeki pun datangnya dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan dengan bertauhid, Allah memperpendek ikhtiar kita yang td mungkin seharusnya kita sudah pergi ke ATM untuk ambil uang untuk beli listrik.

Alhamdulillah,, semoga bisa jadi sumber pelajaran, motivasi dan inspirasi..
Memperbanyak ibadah kita kepada Allah dan meningkatkan ketauhidan kita terhadap-Nya
Aaamiin..


Sumber: -- Artikel dalam Blog ini disadur, dikutip dan diambil dari pelbagai sumber, termasuk pengalaman Author sendiri. Mohon maaf apabila ada kesalahan - kesalalahan dalam redaksi maupun kata-kata yang kurang berkenan dihati. Author sangat terbuka dan sangat senang sekali apabila rekan-rekan bersedia menuliskan secuplik (apaan tuh) komentar di Blog ini. Terima kasih.--

No comments:

Post a Comment